Wednesday, 2 April 2014

Rahsia




Ingin saya khabarkan sesuatu
Tapi entah bagaimana harus saya mulakan
Ini satu rahsia ,
Patutkah dikongsi bersama?
Atau biar saya pendamkan saja ia
Menjadi rahsia rasa hati
Dari lubuk perasaan yang paling dalam ,
Dengan bermohon agar gelora jiwa ini
Ditenteramkan oleh-Nya Yang Maha Mengetahui.

Aduhai…
Mana mungkin dapat saya pendamkannya sendiri
Kerna semakin waktu berganjak
Semakin pula ketabahan diri ini luntur
Lantaran keimanan hati ini tidaklah seteguh mana
Dapatkah sesiapa memahami
Kisah saya ini. Ini kisah perasaan
Perasaan seorang remaja-
Saya seorang remaja.

Dia cuma manusia biasa – sederhana sebenarnya
Sama saja seperti insan yang lain
Tiada keanehan atau keistimewaan terlihat di pandangan pertama
Hanya perkenalan dan silaturrahim yang dapat
Menyingkap tabir dirinya.

Sungguh,
Bukan rupanya yang memikat hati ,
Tapi karismanya yang merantai jiwa
Tutur hikmahnya yang memikat sanubari
Manfaat ilmunya yang diingini
Dan murni akhlaknya yang ingin diteladani

Senda nakalnya sepanjang di sisi
Meredakan badai yang menghempas pantai akli
Air mukanya itu…
Umpama penawar semulajadi bagi akal yang keliru
Pun begitu , alangkah anehnya…
Senyumannya jugalah yang mengundang kekeliruan.

Alangkah singkatnya dirasakan pertemuan itu
Tiba masa
Terpisah juga akhirnya di perbatasan takdir
Meski perginya tak terjejaki
Pun saya juga perlu meniti haluan hidup sendiri
Kenangan itu tak mungkin pudar ,
Akan diingati , masih dirasai
Lambaian terakhirnya masih saya ingati ,
Dia tetap saya kenang lewat lintasan memori.


No comments: